Assalamu’alaikum
Halo Sobat Blogger
Pada kesempatan kali ini saya mencoba mengarang sebuah
cerpen lagi.
Langsung aja simak di bawah ini.
Indahnya Masa Remaja
“Hei,
kamu !” sahut seseorang saat aku lari pagi di taman. Dia adalah temanku sejak
kecil yang bernama Vania. Jarang sekali pagi-pagi begini dia ada di taman. “
Ada apa ?” tanyaku. Dia berlari menghampiriku dengan terengah-engah. Dia
berhenti sejenak untuk mengambil napas. Lalu dia memberikan sebuah surat dan
langsung pergi meninggalkan ku. Aku terheran-heran, apa maksud dia untuk
memberiku sebuah surat lantas pergi tanpa bicara apa-apa. Mungkin dia di
titipin surat untuk dikasih kepada ku namun tidak tau mau bicara apa pikirku.
Okelah, nanti saat dirumah baru aku baca. Aku lanjutkan kegiatan ku tersebut sampai
pukul 08.00.
Hari
minggu memang membuat taman ini selalu ramai, ada yang jogging, sekedar jalan-jalan,
dan masih banyak lainnya. Keramaian ini membuat diriku pulang lebih lama.
Singkat cerita, aku sampai dirumah jam 08.30 dan langsung pergi ke kamar ku
untuk membaca surat dari Vania yang selama perjalanan pulang tadi ku pegang. Aku
langsung duduk di meja belajar ku dan membuka surat tersebut.
5 menit
berlalu. Aku selesai membaca surat dari Vania. Siapa sangka kalau dia ternyata
memendam perasaan kepadaku. Dengan wajah bingung, aku heran kenapa Vania yang
merupakan idol di sekolahku ini ternyata menyukai ku. Hatiku berdegup kencang
dan tak tahu harus berbuat apa. Aku mulai berniat untuk menjadikan dia sebagai
pacar ku.
Esok
hari bertepatan dengan Hari Senin saat sebelum upacara bendera disekolahku
dimulai. Aku pergi menuju barisan kelasnya dan dengan deg-degan aku
menghampirinya dengan membawa setangkai bunga kembang sepatu. Aku menjadi pusat
perhatian orang disekitar ku. Lalu setelah pandangan semua orang tertuju
kepadaku, barulah Vania mengarahkan pandangannya kearahku. Lalu dengan siap
mental dan jiwa, aku mengungkapkan perasaan ku. “Vania, maukah kamu menjadi
pacar ku.” Ucap ku sambil mengulurkan tanganku yang daritadi memegang bunga
kkembang sepatu. Lalu dengan malu-malu, dia menjawab, “Mau kok.” Sontak seluruh
orang yang ada disekelilingku heboh dan aku menjadi malu.
Akhir
Cerita, akhirnya aku bangun dari mimpi yang merupakan mimpi terindah dalam
hidup ku. Ya, siapa sangka aku mendapatkan mimpi yang sangat-sangat indah. Aku berharap dapat mimpi yang seperti ini lagi.
Sekian dari saya. Semoga cerpen ini menjadi bermaanfaat.
Apanya ? ngga tau..
Amanat dari cerpen ini adalah kamu kalo lihat bahwa hal yang
baik itu ada didepan matamu, coba cek dulu kamu udah bangun atau belum.
Hihihihi. Juga jangan kebanyakan mimpi aja, ayo bangun dan berusaha.
OK. Terima kasih telah mengunjungi Blog saya ini.
Berikan komentarmu tentang cerpen ini ya .
Have a nice dream !
^,^
Komentar
Posting Komentar