Jangan Katakan Ini Sebuah Perpisahan (Cerpen)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Halo Sobat Blogger

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengarang sebuah cerita
Kalo jelek jangan sungkan untuk mengkritik tapi jangan lupa sarannya.
Ok. Check it Out !!

Jangan Katakan Ini Sebuah Perpisahan

                Malam hari ketika semua orang tidur dan bermimpi indah di dalam mimpinya, Aku tetap terjaga meski kutahu bahwa esok adalah hari dimana aku akhirnya lulus dari sekolah menengah. Aku duduk merenung di dekat jendela kamarku yang menghadap tepat kearah sekolah ku yang letaknya tidak terlalu jauh.
                Apakah kau tahu apa yang aku renungkan ? aku merenungkan tentang seseorang yang kucintai di sekolahan ku. Aku tidak bisa melupakannya walapun sedetik. Saat aku merenung, aku meneteskan air mata dan menangis. Apa kau tahu apa yang aku tangisi ? Ya, sebentar lagi aku akan lulus dan aku tidak disekolah yang sama dengannya. Kenapa ? karena aku harus pergi ke Australia untuk melanjutkan pendidikan ku disana. Itulah yang membuat ku bersedih.
                5 menit, 10 menit, 30 menit berlalu. Jarum jam menunjuk angka 00.10 beriringan dengan suara detik jam. Aku sadar kalau aku harus tidur dengan segera karena besok adalah hari yang penting. Tapi tubuh ini tidak menuruti kemauan ku. Aku masih duduk di dekat jendela ini dan aku tertidur pulas disini karena kelelahan memikirkannya.
                Krrriiiiiiinng… kriiiinngg… Suara alarm membangunkan diriku bersamaan dengan cahaya matahari yang menyilaukan mata ku. “Arrghh… aku lupa menutup kordennya”ucap ku sambil bangun dari tempat tidur. Sebenarnya aku tidak mau datang ke upacara kelulusan hari ini karena aku malas harus bersiap dan berpakaian sekolah yang lengkap. Tapi hatiku berkata untuk datang dan temui dia untuk mengatakan perasaanku padanya. Aku langsung bergegas turun ke bawah untuk mandi dan bersiap-siap.
                Jam menunjukkan pukul 07.30 dan aku sudah selesai bersiap-siap. Aku bergegas berangkat dan berpamitan dengan ayah dan ibuku. Ya, Upacara Kelulusan di sekolahku hanya tidak didatangi oleh orang tua murid. Mereka datang setelah upacara untuk melihat hasil belajar ku selam 3 tahun.
                Jam 8 tepat, aku telah tiba di sekolah dan aku hampir kehilangan barisan kelasku dikarenakan murid yang lulus disekolahku sebanyak 400 orang siswa. Akhirnya aku berada di barisan kelas ku, aku bernapas lega karena upcara belum dimulai. Saat aku bercakap-cakap dengan temanku, dari tempat ku berdiri aku melihat dia. Ya, dia. Orang yang kucintai semenjak aku masuk sekolah ini. Dia berada di kelas yang berbeda denganku. Tapi sewaktu tes masuk sekolah ini, aku sekelas dengannya dan aku sempat berkenalan. Dengan wajah yang cantik, rambut pendek serta tinggi yang semampai denganku dengan imutnya bercakap-cakap dengan temannya yang ada didekatnya. Tak kusangka, setelah ini aku akan berpisah dengannya. Tapi karena tekad dan suara hati kecilku, aku ingin menyampaikan perasaan ku padanya hari ini.
                Aku memberhentikan percakapan dengan teman ku dan berjalan tanpa menghiraukan temanku. Jantung ku berdebar kencang karena dirikusudah sangat dekat dengannya. Setelah itu aku berhenti di hadapannya dan seketika percakapan dia dan temannya berhenti. Dan mereka memandangiku yang membuat diriku makin gugup. Lalu dengan tergagap aku berusaha mengatakan bahwa aku cinta kepadanya. Lalu Meteor jatuh dan menghantam kami semua yang dari tadi upacaranya belum mulai. SELESAI

Bad Ending ‘^_^’
Sorry kalo Bad Ending, saya bingung akhirnya kaya gimana. Maklumkan tulisan abal-abal saya ini.
Gimana cerita karangan saya ? kalo ada salah mohon di kritik serta sarannya ya.
Jangan lupa berikan saran untuk blog ini supaya saya bisa membuat blog ini menjadi blog yang anda sukai.

Terima Kasih ^,^
Have a nice day

Komentar