School Exam (Pengalaman US saat SMP)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Halo Sobat Blogger

Alhamdullilah, minggu kemarin saya sudah melaksanakan Ujian Sekolah karena saya sudah hampir 3 tahun duduk di sekolah menengah pertama ini.
Kali ini saya akan berbagi tips dan pengalaman saya selama Ujian Sekolah berlangsung.
Percaya atau tidak, saat saya dalam masa Ujian Sekolah ini, saat malam saya tidak belajar sama sekali loh kawan. Tapi sebelum otw ke ruang ujian, saya menyempatkan bertanya kepada teman materi-materi yang lupa.

Sebelum saya memasuki ruangan, saya memfokuskan diri untuk tenang dan keep kalem. Walaupun teman-teman saya berisik dan mengganggu seperti mengatakan bahwa ujian ini adalah kiamat kecil. Saya tetap tenang dan atur napas serta tetap berdoa. Singkat cerita saya sudah duduk dikursi saya dan LJK sudah dibagikan. Kebetulan posisi saya paling depan sebelah kiri karena nama saya memiliki awalan A dan huruf keduanya B. Saya beritahukan kepada kamu-kamu pembaca setia Blog gajelas ini, sesungguhnya, posisi ujian yang paling baik itu barisan depan. Kenapa barisan depan ?
1. Kecurigaan pengawas ujian kamu akan berkurang berkat posisi dudukmu
2. Kamu bisa fokus dalam mengerjakan soal ujian
3. Kamu bisa menjadi pengatur strategi kerjasama antar teman karena kamu lebih tau gerak-gerik pengawas ujian. Kalo pengen tau gimana, nanti saya bahas.
4. Kamu bakal sering diajak ngomong sama guru pengawas kalo posisi duduk kamu memang ada di depan pengawas, jadi kamu bisa menjadi tumbal kawan-kawanmu. Heroik banget kan.
5. Pengawas yang keliling akan jarang memperhatikanmu karena perhatian mereka dialihkan di posisi duduk bagian tengah

Itulah alasan kenapa duduk di posisi depan memang posisi paling bagus. Bersyukurlah kamu orang-orang yang memiliki posisi duduk paling depan, apalagi paling deket guru. Nah, kalo duduk paling belakang gimana ? kalo kata saya sih, duduk paling belakang itu lebih banyak susahnya deh. Kenapa susah ?
1. Lebih sering jadi perhatian pengawas. (cieee...)
2. Biasanya orang pinter ada di posisi duduk tengah ke depan, jadi kamu susah bertanya.
3. Kalo gerak-gerik kamu mencurigakan, biasanya pengawas tidak akan menegur kamu. Tapi kamu akan diingat sepanjang masa.
4. Harus ada yang jadi korban perhatian pengawas

Tapi semuanya ada enaknya ada juga enggak enaknya. Nanti saya bahas lagi. Saya Lanjutkan pengalaman saya dulu.

Saat selesai mengisi nama, nomor peserta, dan lainnya yang wajib diisi di LJK. Akhirnya, soal Ujiannya dibagikan. Karena hari pertama, maka jadwal saya waktu itu Bahasa Indonesia sama Seni Budaya. 2 mata pelajaran ini sebenernya ngga banyak yang harus dipelajarin karena sekitar 80 % adalah logika dan nalar untuk matpel Bahasa Indonesia dan hapalan untuk Seni Budaya. FYI, sekolah saya dalam matpel Seni Budaya itu tidak banyak materi. Jadi setiap jam pelajaran biasanya belajar angklung dan menggambar perspektif. Karena itu, guru matpel SenBud saya ini memberikan textbook unutuk dibaca dan dihafal yang katanya akan keluar di Ujian Sekolah matpel SenBud. Next..

Karena 2 mata pelajaran ini merupakan pelajaran yang tidak memerlukan rumus, maka saya lancar dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Kagetnya saya adalah saat saya sudah selesai dan sudah yakin dengan jawaban-jawaban saya, saya melihat waktu ujian masih tersisa 1 jam dari 2 jam waktu yang diberikan. WoW. Saya mengerjakan 50 soal hanya dalam waktu 1 jam. FYI, saya mengira kalau 3 menit itu sebentar, makanya saya bisa mengerjakan secepat itu. Saya sudah dipengaruhi oleh kekurangan pengalaman saya dalam masalah ujian. Jadi, sebenarnya 3 menit itu lama.

Singkat cerita, hari pertama sudah selesai dengan lancar, hari berikutnya juga saat pelajaran IPA dan TIK. Tetapi saat hari ke-3, Hampir gagal. Saya mengisi asal 3 nomor saat pelajaran Matematika, tetapi tidak dengan mata pelajaran lain. Hari berikutnya saya netral seperti biasanya. Esoknya, hari sabtu saat sekolah saya diliburkan, saya melupakan semua isi jawaban dan soal-soal yang dapat menghantui pikiran saya. Saya berserah diri kepada Yang Maha Kuasa dengan segala mukjizat yang Ia berikan. 

Apa kesimpulan yang dapat diambil dari pengalam ini ?
Saya dapat mengetahui bahwa 3 menit itu lama.
Belajar memang penting.
Kerjasama juga penting. (kalo ngga tau, nanya aja kalo ada kesempatan,.. :D)
Mood juga mempengaruhi, (Btw, mood saya saat Ujian Sekolah semuanya lagi baik)
Fokus juga utama
Berdoa lebih utama
Lupakan masalah disekolah maupun dirumah saat pensil mu itu sudah  mencoret lingkaran LJK.

Pesan dari saya kepada kalian yang belum merasakan Ujian Sekolah.
Belajar dengan sungguh.
Belajar dengan sungguh..
Belajar dengan sungguh...
Belajar dengan sungguh....
Belajar dengan sungguh.....

Pesan dari saya kepada kamu-kamu yang keadaannya sama dengan saya.
Jangan lihat kertas ujian itu sebagai benteng yang menahan dirimu, tapi lihatlah kertas ujian itu sebagai langkah untuk mencapai cita-citamu.
Sekian pengalaman saya dalam menghadapi Ujian Sekolah.
Terima kasih atas waktu yang telah kamu luangkan untuk membaca postingan saya ini. Maaf kemarin saya ngga posting apa-apa, karena saya ngga punya ide mau isi apa. Hehehe...

Have a nice day !!

Study, study, study, study, study, and  keep study

Komentar