Artvelia Terjatuh Dalam Cinta (Cerpen)

UwU
Hello Sobat Blogger
Sehat selalu ya kan ??

Udah lama banget ngga bikin postingan
Banyak hal yang terjadi seiring perjalanan waktu
Ada banyak kejadian istimewa yang ingin ku tuliskan di blog ini
Tapi kesibukan menghalangi ku untuk berbuat itu

Kali ini aku bikin postingan cerpen lagi nih
Sebenernya sih ini tugas pelajaran bahasa indonesia dari sekolah
Original buatan aku kok

Disimak ya !
>,=

Artvelia Terjatuh Dalam Cinta

Artvelia, Ksatria terhormat dari Kerajaan Toran. Ia dikenal di penjuru Toran sebagai Ksatria yang gagah dan terhormat. Atas komandonya, pasukan yang dia pimpin dapat memperluas kerajaan Toran. Rakyat Toran lebih mengenalnya sebagai Sword-Breaker Knight karena pedangnya dapat menghancurkan pedang musuhnya. Pedangnya sangat kuat dan hanya dia yang dapat menggunakannya.

Suatu hari, Ksatria Artvelia kembali ke Kerajaan setelah menjaga perbatasan Timur dan hendak menuju Istana Kerajaan. Kedatangannya disambut meriah oleh rakyat Toran. Sesampainya di hadapan raja, Ia mengbungkuk menghormati Raja. Raja berkata “Artvelia, kerajaan Toran menjadi seperti ini karena mu, tapi aku tidak pernah melihat mu memiliki kekasih padahal dirimu dalam usia yang cukup”. Artvelia hanya terdiam, dia tidak bisa mengatakan apa apa. “Aku ingin kau mendapatkan seorang kekasih yang dengannya kau dapat membangun keluarga dan meneruskan keturunanmu, karena kerajaan ini membutuhkan Ksatria Terhormat sepertimu” jelas Raja. Artvelia sedikit bingung dengan perintah yang diberikannya. “Baik Yang Mulia, sesuai perintahmu saya akan melaksanakannya dengan sepenuh hati”. Pergilah Artvelia dari Istana Kerajaan ditemani 2 perwiranya yaitu Frederich dan Antony.

Hari sudah malam, namun Artvelia masih terjaga dan ia sedang berada di bar dengan 2 perwiranya yang sudah mabuk oleh minuman pengganjal lapar. “Tuanku, apa yang mengganggumu akhir akhir ini sehingga tuan tidak bisa menikmati minuman ini ?” tanya Frederich. “Apa karena perintah dari Raja Toran siang tadi ?” timpal Antony. Artvelia menghela napas dan meneguk segelas minumannya. “Aku adalah ksatria yang kuat, aku dapat menghancurkan musuh dengan mudahnya, Aku dapat menaklukan lawanku, tapi aku belum pernah menaklukan makhluk yang disebut wanita” jelas Artvelia. “Tuanku, engkau adalah seorang ksatria, wanita mana yang tidak ingin menikah dengan seorang ksatria terhormat sepertimu” timpal Antony. Kemudian Frederich memberikan selembar kertas yang terdapat foto seorang wanita. “Namanya Claudia, dia adalah anak bangsawan yang terpandang di kerajaan. Wajahnya cantik, tubuhnya yang sempurna banyak pria yang mengidolakannya. Apa tuan tertarik ?” tanya Frederich. “Hmm, sepertinya aku tidak tertarik” jawab Artvelia. “Kalau begitu, mungkin yang ini Tuan terta..” belum selesai Frederich berbicara, Artvelia memotongnya. “Hei dengar, Aku diperintahkan oleh Raja untuk mencari kekasih yang dengannya aku bisa bahagia, berkeluarga, dan mempersiapkan keturunanku untuk masa depan kerajaan ini, bukan untuk membicarakan wanita yang cantik atau pun tubuhnya yang sempurna” tegas Artvelia. Frederich dan Antony terdiam. Kemudian mereka melanjutkan minum minum mereka hingga larut malam. 

Pagi hari datang menyapa mereka yang tertidur karena mabuk di bar. Artvelia masih tertidur di meja bar dengan perwiranya. Kemudian tidak jauh dari sana ada seorang gadis yang datang. Dari kelihatannya, dia seperti rakyat biasa. Pemilik bar meminta si gadis untuk mengusir 3 orang yang tertidur di meja dan yang dimaksudkan adalah Artvelia dan perwiranya. Lalu gadis tersebut menghampiri mereka dan mencoba membangunkannya. “Permisi tuan, tolong jangan tidur disini, tuan bisa mengganggu pelanggan bar lainnya” ucap si gadis. Artvelia dan perwiranya terbangun dari tidur yang memabukkannya. Lalu perwiranya meminta maaf atas kesalahannya tetapi tidak dengan Artvelia. “Tuan, engkau tidak meminta maaf atas kesalahan mu?” tanya Antony. Artvelia hanya terdiam tanpa menghiraukannya. “Tuan, kenapa ?” tanya si gadis. “Uhh, tidak kenapa kenapa kok.” jawab Artvelia terbata-bata. “Maaf mengganggu, kami akan segera pergi” tambah Artvelia dan bergegas pergi keluar bar dengan perwiranya yang menaruh rasa heran.

Setelah pergi dari bar tersebut, Artvelia dan perwiranya berjalan menyusuri kota Negate, sebelah utara dari istana kerajaan tanpa tahu tujuannya. Tidak lama mereka jalan-jalan, seorang utusan Raja datang membawa pesan. Pesan itu mengatakan bahwa Artvelia harus segera menghadap Raja segera. Artvelia heran, begitu juga dengan perwiranya. “Ada apa ini tuan ? kenapa Raja memintamu menghadap ?” tanya Frederich. “Aku tidak tahu kenapa, sepertinya ada sesuatu yang penting” jawab Artvelia dengan penuh semangat. Perang, pedang, lawan, itu lah yang ada di pikiran Artvelia saat ini. Mereka pun bergegas menuju Istana Kerajaan.

Sesampainya di kerajaan, Artvelia melihat Raja berdiri dari singgasana nya. Tapi ia tidak sendirian, ada seorang gadis yang berdiri disampingnya. “Ah, Artvelia ksatria ku, bagaimana hasilnya ?” tanya Raja. “Saya belum mendapatkannya, Yang Mulia.” Jawab Artvelia dengan membungkuk hormat. “Seperti yang aku duga, akan ku perkenalkan kamu dengan Claudia. Dia adalah putri dari Keluarga Vonheir yang terhormat. Aku ingin kau menikahinya. Apa jawabanmu ?” Jelas Raja. “Kuy Lah” jawab Artvelia dengan mantap.

The End

Wah, gimana cerpennya ?
Endingnya lebih baik ya dari cerpen sebelumnya
Cerpen ini bisa dimatengin lagi sebenernya, tapi aku nya udh keburu males karena bikin cerpen ini malem bgt

Semoga sobat terhibur atau mungkin termotivasi untuk bikin cerpen sendiri (Mantap !)
Berikan pendapat sobat di komentar dibawah ini ya !

Sankyuu~

Komentar

Posting Komentar