Tahun 2020 adalah tahun dimana waktunya bagiku untuk memulai kehidupan baruku. Merupakan perjalanan yang cukup melelahkan untuk bisa mencapai batas ini. Sudah hampir 17 tahun aku menepakkan kaki di dunia ini. Sebentar lagi saatnya aku memulai kehidupan pra-dewasa ku.
Lulus dari Sekolah Kejuruan dengan umur yang belum sesuai standar ketenagakerjaan, membuatku berpikir untuk melanjutkan jalur akademisku di jalan perkuliahan. Hal inilah yang menjadi dasar bagiku mengikuti seleksi untuk masuk perguruan tinggi negeri yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Aku tidak ingin menjelaskan secara deskriptif tentang SNMPTN ataupun sistematikanya. Aku hanya ingin bercerita sedikit tentang pengalamanku mengikuti seleksi ini.
SMK TIDAK DIUNGGULKAN
Berdasarkan pada tujuan utama (secara umum) dari Sekolah Menengah Kejuruan yaitu menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap terjun ke dunia kerja, mengambil pilihan untuk melanjutkan studi di perkuliahan bisa diartikan "Lulusan Gagal" secara harfiah.
Ya, itu memang benar. Dengan perbedaan model pembelajaran dan keilmuan, pengetahuan dan keterampilan antara lulusan SMA dengan SMK tidak bisa disama-ratakan. Begitu pula dalam jalur seleksi perkuliahan ini. Jumlah perbandingan siswa SMK yang diterima di universitas ternama tergolong sedikit. Bahkan, ada beberapa universitas yang tidak menerima lulusan SMK pada prodi apapun.
Hal ini sudah sewajarnya terjadi. Bukan karena diskriminasi, tapi beda area kemampuannya. Ditambah lagi, tingkat peluang pelajar diterima di universitas juga berpengaruh karena alumni sekolah (SMA/SMK) tersebut. Misalnya, alumni sekolah A ada yang diterima di Universitas B. Lulusan berikutnya dari sekolah A akan memiliki peluang lebih besar untuk diterima di Universitas B.
UNIVERSITAS ATAU POLITEKNIK
Jika sebagai lulusan SMK belum siap untuk menjadi tenaga kerja sekaligus kesulitan dalam menghadapi peluang penerimaan lewat SNMPTN, jalan alternatif yang dapat diambil ialah mengikuti seleksi masuk politeknik. Politeknik merupakan sebuah Institusi Pendidikan Tinggi yang berfokus pada ilmu terapan sesuai dengan prodi masing-masing. Perbedaan paling mendasar ialah Universitas berfokus pada kemampuan dan pengetahuan akademik para mahasiswa sedangkan Politeknik berfokus pada kemampuan dan pengalaman secara nyata dalam lapangan kerja. Prinsipnya hampir sama dengan SMK, tetapi versi Perguruan Tinggi-nya yang memiliki sistem belajar yang lebih mendalam.
Berbeda dengan SNMPTN. Pada Seleksi Nasional Bersama Masuk Politeknik Negeri (SNMPN), yang paling diunggulkan ialah pelajar SMK. Karena berbentuk sekolah vokasi, pelajar dengan latar belakang SMK tentunya dapat lebih mudah beradaptasi.
AKU COBA SNMPTN
Diantara seleksi itu, aku pun mencoba untuk mendaftar SNMPTN. Hanya ikut itu saja. Dan hasilnya seperti yang saya duga. Tidak di terima. :')
Sejujurnya, pilihan yang aku pilih bisa dikatakan "gila". Karena aku mencoba untuk memilih universitas yang belum ada alumni sekolahku yang kesana. Aku hanya memilih 1 universitas (dari 2 kesempatan pilihan) yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB). Dengan jurusan pilihan ke-1 ialah "Ilmu Komputer" dan pilihan ke-2 "Bisnis". Tidak mengherankan sih jika aku tidak diterima. Tapi tidak mengapa bagiku.
LALU, BAGAIMANA ?
Hmmm..
Aku masih memikirkannya. Tentang karirku dan pendidikanku.
Dan akhirnya aku memiliki rencana untuk ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) namun dengan ekspetasi aku akan gagal, maka aku juga menyiapkan rencana cadangan.
Ya, rencana cadangannya adalah aku harus siap bekerja. (eh, kan baru 17 tahun!?)
Tentunya, aku perlu menyokong diriku dengan beberapa portofolio yang dibutuhkan. Sehingga aku bisa memulai mencari sepeser uang rupiah dari hasil kerja kerasku selama ini.
Begitulah ceritanya. Hal ini merupakan sebuah kegagalan namun aku tidak merasa ini adalah waktunya berhenti. Tetapi saatnya untuk menancapkan gas dengan sekuat tenaga dan melesat maju menuju sesuatu yang mungkin tidak akan pernah aku bayangkan
Terima kasih telah mengunjungi blog ku
Semoga kamu sebagai pembaca menikmati tulisanku sebagaimana aku sebagai penulis menikmati tulisanku

Komentar
Posting Komentar