Memimpin atau Mengontrol ? Kenali Perbedaannya


pemimpin dalam diskusi

Memimpin atau Mengontrol ? Kenali Perbedaannya

Dalam dunia organisasi, ada perbedaan yang sangat penting antara pemimpin dan manajer. Satu hal yang salah aku pahami adalah tentang pemimpin. Pemimpin mempunyai tugas lebih penting dalam memimpin, bukan dalam mengontrol. Karena mengontrol adalah tugas penting bagi manajer. Tapi sebenarnya, apa sih bedanya memimpin dan mengontrol? Berikut aku bagikan apa yang aku temukan dari riset ku.

Perbedaan antara Memimpin dan Mengontrol

Orang yang ku kenal mengatakan bahwa dirinya adalah pemimpin. Tetapi yang ku sadari sekarang, ternyata ia hanya mengontrol orang-orang. Karena faktanya, ada perbedaan yang cukup besar antara memimpin dan mengontrol, sehingga mudah untuk mengenalinya.
Berikut adalah karakteristik dari seseorang yang memimpin :
  1. Menganggap semua orang memiliki nilai dalam tim
  2. Orang-orang berkeinginan untuk mengikutinya, karena mereka merasa dihormati dan bernilai
  3. Memberikan motivasi dan pengaruh kepada orang yang dipimpinnya
  4. Berorientasi pada mendorong kemampuan seseorang sepenuhnya

Berikut adalah karakteristik dari seseorang yang mengontrol/mengatur :
  1. Menganggap semua orang dibawahnya sebagai pekerja, lebih dari sebagai anggota tim
  2. Posisi dan kebijakan lebih mengatur daripada hubungan antar anggota
  3. Memberikan tugas yang jelas dan berfokus pada hasil
  4. Berorientasi pada pekerjaan dan tugas seseorang

Dari 4 karakteristik masing-masing memimpin dan mengontrol cukup terlihat perbedaannya. Memimpin adalah tentang mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya untuk mengeluarkan dan meningkatkan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan dengan baik. Sedangkan, mengontrol atau mengatur ialah tentang mendelegasikan tugas yang ketat akan aturan dan berfokus pada hasil.

Apa yang harus kamu ikuti?
Memimpin dan mengontrol memiliki perbedaan yang sangat kontras. Aku tidak mengatakan yang ini baik atau yang itu buruk. Kedua hal ini memiliki alasan untuk ada di satu organisasi. Jadi yang terpenting adalah bagaimana kamu dapat mengetahui kapan harus memimpin dan mengontrol.
Sebagai contoh, apabila dalam organisasi perlu adanya peraturan ketat dan diperlukannya hasil yang sesuai dengan batas waktu maka organisasi tersebut harus ada yang bertindak sebagai yang mengontrol. Namun, ketika organisasi tersebut butuh dorongan mental dan motivasi untuk semua anggotanya. Maka perlu adanya seseorang yang memberikan motivasi dan bertindak sebagai memimpin. 
Posisi yang cocok untuk menggunakan persona sebagai pemimpin ialah Ketua atau Kepala dari satu organisasi. Sedangkan sebagai pengontrol/pengatur diantaranya manajer, kepala cabang, dan anggota  (secara personal).

Referensi :

Komentar